04 July 2011

Tak Mampu Ku Bermain Hati


Yeah,, i wrote this note at 23.00 wib

Maybe sometimes you feel you can't hide ur feeling to someone. I had experienced i feel interesting with someone. I read Al-Qur'an that tell us about mahram. I saw that "........." was not your mahram. Hayyyaaaahhh...
No more please,,,

Women are divided into two characteristics. There are women with easy to fall in love and hard to fall in love. So which character are you?? Let me explained them.

1. It's easy to fall in love
The girl who has this character is easy to judge the boy's care is for her so that her live is like full of flowers.

2. It's hard to fall in love
In this way, i thought she never has courtship. Eventhough there are many boys love her, she never think about it or uncareful. She just has one men who will be the puzzle of her heart. The men who can grab her heart will win her. It take a long time or maybe short time depend on God's choice.

So for muslimah, sometimes you need the first point or the second point depend on your right time.
If you are in the 1st point you need to think that "You are just amazed with his figure, no more". And if you are in the 2nd you are lucky but don't be uncareful really.

Having a good journey on your live :)

02 July 2011

Disaat Hidayah Allah menyapamu

Assalamu'alaikum

Khaifa haluk?

Ana ingin sharing aja nih dengan bahasa yang mudah-mudahan dapat dimengerti. Ga berat kok bahasanya. Hehe
Ngomong2 hidayah.. Hmmm hidayah itu bisa datang kapan saja tetapi kita harus mencari hidayah itu sendiri. Bila hidayah itu telah menyapamu, maka sambutlah ia dengan senang hati karena sesungguhnya ia akan mengantarkan dirimu ke jalan yang lebih baik.

Ana punya cerita nih (maaf y curhat tp Insya Allah bermanfaat).
Jd gini tanggal 1 Juli 2011, ada abg ana curhat. Pertama-tama dia curhat tentang kekesalannya dengan dosen. Lalu ya pasti ana ksh motivasi ke dia.
Blablabla... (ini mksdnya curhatan dia y) ^^
nah iseng2 ana suruh abg dengerin lagu "satu cinta-fivestar", yg gini nih lyricnya :

Ku memohon dalam sujudku pada-Mu
Ampunkanlah s'gala dosa dalam diri
Ku percaya Engkau bisa meneguhkan
Pendirianku....... Keimananku.......

Ku memohon dalam sujudku pada-Mu
Ampunkanlah s'gala dosa dalam diri
Ku percaya Engkau bisa meneguhkan
Pendirianku....... Keimananku.......

Engkau satu cinta
Yang s'lamanya aku cari
Tiada waktu ku tinggalkan
Demi cintaku kepada-Mu
Walau seribu rintangan
Kan menghadang salam diri
Ku teguhkan hati ini
Hanya pada-Mu
Ku pasrahkan.......

Oh Tuhan .... s'lamatkanlah hamba ini
Dari segala fatamorgana dunia
Oh Tuhan .... jauhkanlah hamba ini
Dari hidup yang sia-sia

(ini lagunya mellow dan menyentuh sampe2 ana sueerr nangis T.T)
Setelah itu si abg bilang kalau dia nangis juga. Dia tersadar akan dosa-dosanya, termasuk diri ana.
abg : "dek, abg sadar abg punya banyak dosa. Bantu abg dek buat berubah"
Alhamdulillah Ya Allah
ana : iya bang Insya Allah bisa ak bantu. Ya udah abg coba baca artikel "ikhwan sejati", yang gini looohh isinya :

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati...

Sang Ibu tersenyum dan menjawab... Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah... Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...

....setelah itu, ia kembali bertanya...

" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"

Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajari tenteng dia..." ia pun mengambil buku itu

"MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu

abg : terima kasih dek.
ana : iya bg, mudah-mudahan abg bisa menjadi ikhwan sejati yang dirindukan surga :)

Lalu besoknya (2 Juli 2011) teman sd ana juga meminta ana untuk senantiasa membantu dirinya menjadi muslimah sejati. Berjuta-juta syukur dan hamdalah hamba haturkan kepada-Mu Ya Allah. Tak beda yang ana lakukan kepada teman ana tersebut yaitu memberikan dia artikel akhwat sejati dan lagu satu cinta-starfive :

AKHWAT SEJATI

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Abi ceritakan padaku tentang akhwat sejati?”

Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum.

Anakku…

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya. Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.“Lantas apa lagi Abi?” sahut putrinya.

Ketahuilah putriku…

Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah…

Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.Setelah itu sang anak kembali bertanya,

“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?” Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, “Pelajarilah mereka!”

Sang anakpun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rasulullah”.


Nah dari cerita ana diatas tadi, ana mau menyimpulkan bahwa :
1. Jadilah orang yang bisa menginspirasi orang lain di sekitarmu, berilah warna kehidupan.
2. Dan juga telah disebutkan bahwa : "Tiap hamba Allah ada seorang Da'i", maka berdakwalah.
3. Senantiasalah kalian untuk mendoakan saudara-saudara kalian temasuk keluarga kalian, dengan kita berdoa maka malaikat akan mendoakannya juga untuk kita.


Sekian pengalaman yang bisa ada bagi-bagi kepada pembaca. Mudah-mudahan bermanfaat.

NB : Abg = abang

Wassalamu'alaikum wr wb

Secarik Puisi


“Dengan kecantikanmu..
Kau lebih indah daripada mentari
Sinar wajahmu..
Dipancari Nur Iman yang hakiki..
“Dengan akhlakmu..
Kau lebih wangi daripada segala haruman..
Lebh Indah daripada segala perhiasan
Perhiasan Dunia..

“Dengan rendah hatimu..
Kau lebih tinggi daripada rembulan..
Walau hatimu didasar lautan..
Tetap disanjung
Setinggi bintang berkedipan..
Indah nian menghiasi malam..

“Dengan kelembutanmu..
Kau lebih halus daripada rintik hujan..
Renyai membashi bumi
Cìptaan TUHAN..

“Namun hadir ketegasan dalam kelembutan itu
“Engkaulah..

“Muslimah Sejati”....

Ampunkanlah segala dosa dalam diri

♥Maaf Ya Allah jika hamba lupa dengan smua nikmat dariMu

♥Maaf Ya Allah jika hamba sombong mrasa semua nikmat ini adalah kewajibanMu

♥Maaf Ya Allah jika hamba merasa paling beriman diantara manusia yg lain

♥Maaf Ya Allah jika hamba merasa paling benar diantara mahlukMU

♥Maaf Ya Allah jika hamba menunda sholat fardhuMu

♥Maaf Ya Allah jika lisan hamba menyakiti mahlukMU

Catatan kecil

♥Hakikat KETULUSAN diperoleh saat kerja tak dihargai

♥Makna KEIKHLASAN dipahami saat usaha dinilai tak penting

♥Belajar MEMAAFKAN dimudahkan saat hati terluka

♥Ujian KETANGGUHan dihadapi saat sepi dan sendiri melanda

♥Belajar tentang KEMURAHAN HATI saat kau harus membayar biaya yg tak seharusnya kau tanggung♥

•♥• Wahai Adam Pemimpin & Hawa Yang Dipimpin •♥•

wahai adam,
Hawa itu tercipta indah dari rusukmu
Terlindung 1001 hikmah disebalik keindahan itu
Janganlah engkau sengaja patah-patahkan ia
Sebaliknya luruskannya dengan penuh hikmah & sayang..


Wanita akal senipis rambutnya
Jangankan lelaki biasa, nabi pun terasa sunyi tanpa wanita
Tanpa mereka, fikiran dan perasaan lelaki akan resah
Masih mencari walau ada segalanya
Apa yang tiada dalam syurga? Namun adam tetap rindukan hawa..


Dijadikan wanita daripada tulang rusuk yang bengkok
Untuk diluruskan oleh lelaki. Tetapi seandainya lelaki itu sendiri tidak lurus,
Mana mungkin kayu yang bengkok,
menghasilkan bayang yang lurus ..
Luruskanlah wanita dengan jalan yang ditunjuk oleh Allah
Kerana mereka diciptakan sebegitu rupa oleh Allah
Didiklah mereka dengan panduan darinya
Jangan cuba menjinakkan mereka dengan harta
kerana nantinya mereka semakin liar
Janganlah hiburkan mereka dengan kecantikan
kerana nantinya mereka akan semakin derita
Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal
Di situlah punca kekuatan dunia ..


Akal senipis rambutnya, tebalkanlah ia dengan ilmu
Hati serapuh kaca
Kuatkanlah ia dengan iman...
Perasaan selembut sutera, hiasilah ia dengan akhlak
Ingatlah perananmu wahai lelaki bergelar pemimpin..


Suburkanlah ia kerana dari situlah nantinya
Mereka akan lihat nilaian dan keadilan Rabbi
Bisikkan ke telinga mereka bahawa kelembutan bukan suatu kelemahan
Ia bukan diskriminasi Allah... sebaliknya di situlah kasih dan sayang Allah
Wanita yang lupa hakikat kejadiannya
Pasti tidak akan terhibur, dan tidak akan menghiburkan
Tanpa iman, ilmu dan akhlak..mereka tidak akan lurus
Bahkan akan semakin membengkok
Itulah hakikatnya andai wanita tidak kenal Rabbinya


Bila wanita menjadi derhaka
pasti dunia lelaki akan menjadi huru hara...
Lelaki pula janganlah mengharapkan ketaatan semata-mata


Tapi binalah kepimpinan
Pastikan sebelum wanita menuju Ilahi, pimpinlah diri kepadanya
Jinakkan diri kepada Allah
Nescaya akan jinaklah segala-galanya di bawah pimpinanmu
Janganlah mengharapkan isteri semulia Fatimah Az-Zahra'
Seandainya dirimu tidak sehebat Saidina Ali karamallahuwajhah...


Bukankah kamu lelaki punya peranan besar terhadap hawa!
Lindungilah hawa itu.
Jadilah pemimpin imamnya yang terbaik.
Lindungilah hawa itu
Lunakkan telingamu dan ajarinya
dengan nafas alunan suci Quran...
Alangkah bertuahnya berada di bawah Nur Islam,
di mana segala kesusahan, kesakitan, kesedihan,
kerinduan, kegelisahan yang dihadapi
dapat diharungi bersama dengan sabar dan redha
mengkafarahkan dosa-dosa kecil..


Wahai lelaki . . . Wahai adam,
Lindungilah hawa selagi kamu mampu,bukan menyakitinya
Bimbingilah hawa di jalan NurNya,bukan menyesatkannya
Wangikanlah mulutmu dengan nasihat hikmah,bukan meracuninya
Jadilah pemimpin imam yang terbaik buatnya,saling membantu
Hilangkanlah egomu kerna itu api yg membenamkan nur kebahgiaan
Ingatlah wahai lelaki.. ♥


Wahai lelaki yang punya peranan besar,
Jika benar kau mencintainya maka cintailah dia sepenuh hatimu.. jika benar kau kasih dan cintakan wanita itu, jagalah dia dengan baik, kasihanilah dia, lindungilah dia, berilah kasih sayang padanya, nasihatilah dia, bawalah dia ke jalan Allah, perbetulkan kesilapannya, bersabar dengannya, terimalah kekurangannya, jadi imamnya dan redhalah padanya..
Moga dia menunggumu di SYURGA SEBGAGAI BIDADARIMU . . . . .

Kritislah wahai umat Islam (tahukah kalian pohon ghorqod itu?)


Pohon Ghorqod memang dikenal sebagai pohonnya kaum Yahudi. Hal tersebut secara tegas dinyatakan Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya mengenai peperangan hari akhir yang berbunyi :
“Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata: Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon Ghorqod, maka itu adalah dari pohon-pohonnya orang Yahudi.” (HR. Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lulu ‘wal-Marjan III/308)
Pohon Gorqod (Nitraria Retusa) merupakan tanaman sejenis semak berdaun kecil-kecil dan lebat, dengan ranting yang juga banyak. Ketika kecil pohon ini hanya berupa semak yang kecil, mustahil untuk dijadikan tempat bersembunyi. Namun ketika sudah besar, tanaman ini memiliki batang yang cukup kokoh untuk bisa dipanjat dan rerimbunan dedaunannya sangat lebat sehingga bisa dipakai sebagai tempat bersembunyi, walau pohon ini tidak tinggi-tinggi amat.
Zionis-Israel telah melakukan penanaman pohon Ghorqod sejak lama. Bahkan Yahudi seluruh dunia sangat dianjurkan untuk berpartisipasi secara aktif menanami pohon jenis ini di wilayah pendudukan Zionis-Israel di tanah Palestina. Website Jewish National Fund jnf.org) dalam bagian JNF Store (Tress for Israel Certificate) di akhir tahun 2007 telah mengumumkan jika di tanah Palestina yang dikuasai Israel telah ditanami tak kurang dari 220 juta batang pohon ghorqod.
Situs tersebut juga mengiklankan bahwa siapa saja bisa untuk membeli phon ghorqod dan menyumbangkannya untuk ditanami di wilaya pendudukan. Satu batang pohon dihargai US $18, dan barang siapa membeli dua batang seharga US $36 akan diberi bonus satu batang. Sistem pembayarannya bisa lewat kartu kredit. Dan pengepakan serta pengirimannya pun bisa dipilih lewat metode apa.
Adakah pohon Yahudi tersebut di Indonesia? Sejauh ini saya belum mendengar adanya pohon Ghorqod di negeri ini, walau bukan hal yang mustahil jika Ghorqod ternyata juga ada di sini.

Teruntuk saudariku yang kucintai karena Allah

Yaa... pada masa itu ... aku ingat sekali... tepatnya pada moment yang selalu terniang-niang di kepalaku...
saat pembagian kertas hasil ulangan.

mungkin dl sy blm mengerti apa itu ikhwan dan akhwat. Tp kau memberitahuku akan hal itu tidak melalui ucapan langsung tetapi dengan tindakan sehingga ak bs megerti sendiri.
Ada apa dgn pembagian kertas hasil ulangan???
di moment itu saat dibagikan krts ulangan oleh seorang ikhwan membagikan kertas ke km, kawan.
Tiba2 tanpa sengaja kertas itu tertiup angin sehingga kertas itu nyaris jatuh dan terjadilah hal yg dpt ak kagumi.
Ak melihat km tak sengaja memegang tangan si ikhwan itu yang secara spontan mengambilkan krts ulangan milikmu, kawan.
BUKAN!!! BUKAN!!! Bukan..
Yang kukagumi bukan saat tangan sucimu tersentuh olehnya yang bukan mahram. BUKAN!!

Yang kukagumi darimu adalah setelah ikhwan itu berlalu untuk membagikan ke yang lain, engkau sedih dan kulihat matamu sayu. Ak memelukmu untuk menenangkanmu walau dulu menurutku hal itu biasa-biasa saja.
Kau telah menyadarkanku tentang indahnya pergaulan Islam, kawan.
Ku terapkan ilmu yang berharga itu ke kehidupanku hingga sekarang.
Terima kasih kawan.

Setelah itu kita mulai terpisahkan oleh ruang dan waktu. Lambat-laun kulihat perubahan yang ada pada dirimu.
Ak bertanya-tanya dalam hati "apakah kamu temanku yang ak kagumi dulu?".
Tanpa sadar ak menetaskan air mata karena ketika ak mencari-cari rasa kagum itu, tetapi hasilnya nihil..
Aku sedih.
Kini ku tak mengagumimu lagi seperti dulu.

Apa yang bisa ak lakukan kawan untuk menyadarkanmu, kawan?
Haruskan aku memakai bahasa kalbu?
Yaa... pada masa itu ... aku ingat sekali... tepatnya pada moment yang selalu terniang-niang di kepalaku...
saat pembagian kertas hasil ulangan.

mungkin dl sy blm mengerti apa itu ikhwan dan akhwat. Tp kau memberitahuku akan hal itu tidak melalui ucapan langsung tetapi dengan tindakan sehingga ak bs megerti sendiri.
Ada apa dgn pembagian kertas hasil ulangan???
di moment itu saat dibagikan krts ulangan oleh seorang ikhwan membagikan kertas ke km, kawan.
Tiba2 tanpa sengaja kertas itu tertiup angin sehingga kertas itu nyaris jatuh dan terjadilah hal yg dpt ak kagumi.
Ak melihat km tak sengaja memegang tangan si ikhwan itu yang secara spontan mengambilkan krts ulangan milikmu, kawan.
BUKAN!!! BUKAN!!! Bukan..
Yang kukagumi bukan saat tangan sucimu tersentuh olehnya yang bukan mahram. BUKAN!!

Yang kukagumi darimu adalah setelah ikhwan itu berlalu untuk membagikan ke yang lain, engkau sedih dan kulihat matamu sayu. Ak memelukmu untuk menenangkanmu walau dulu menurutku hal itu biasa-biasa saja.
Kau telah menyadarkanku tentang indahnya pergaulan Islam, kawan.
Ku terapkan ilmu yang berharga itu ke kehidupanku hingga sekarang.
Terima kasih kawan.

Setelah itu kita mulai terpisahkan oleh ruang dan waktu. Lambat-laun kulihat perubahan yang ada pada dirimu.
Ak bertanya-tanya dalam hati "apakah kamu temanku yang ak kagumi dulu?".
Tanpa sadar ak menetaskan air mata karena ketika ak mencari-cari rasa kagum itu, tetapi hasilnya nihil..
Aku sedih.
Kini ku tak mengagumimu lagi seperti dulu.

Apa yang bisa ak lakukan kawan untuk menyadarkanmu, kawan?
Haruskan aku memakai bahasa kalbu?

20 December 2010

Dulu Haram, Kini Halal

Dulu Haram Kini Halal
Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW dimana para sahabat berdesak-desakkan di Masjib Nabawi.

Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi saw : “Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal”. Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para sahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh dibawah sang pencuri merasa tersisihkan.
Akhirnya malam pun semakin larut, sang pencuri lapar. Keluarlah dia dari Masjid demi melupakan rasa laparnya.
Di suatu gang tempat dia berjalan, dia mendapati suatu rumah yang pintunya agak terbuka. Dengan insting pencurinya yang tajam ia dapat melihat dalam gelap bahwa pintu itu tidak terkunci…dan timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak. Tidak, ia merasa tidak boleh mencuri lagi.
Namun tiba-tiba timbul bisikan aneh : “Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada pencuri lainnya yang belum tentu seperti kamu”. Menjadi berfikirlah dia, maka diputuskan dia hendak memberitahukan/mengingatkan pemiliknya di dalam agar mengunci pintu rumahnya, karena sudah lewat tengah malam.
Dia hendak memberi salam namun timbul kembali suara tadi : “Hei pemuda! bagaimana kalau ternyata di dalam ada pencuri dan pintu ini ternyata adalah pencuri itu yang membuka, bila engkau mengucap salam … akan kagetlah dia dan bersembunyi, alangkah baiknya jika engkau masuk diam-diam dan memergoki dia dengan menangkap basahnya !” Ah.. benar juga, pikirnya.
Maka masuklah ia dengan tanpa suara… Ruangan rumah tersebut agak luas, dilihatnya berkeliling ada satu meja yang penuh makanan – timbul keinginannya untuk mencuri lagi, namun segera ia sadar – tidak, ia tidak boleh mencuri lagi.

Masuklah ia dengan hati-hati, hehhh …syukurlah tidak ada pencuri berarti memang sang pemilik yang lalai mengunci pintu. Sekarang tinggal memberitahukan kepada pemilik rumah tentang kelalaiannya, tiba-tiba terdengar suara mendengkur halus dari sudut ruang….Ahh ternyata ada yang tidur mungkin sang pemilik dan sepertinya perempuan cantik.
Tanpa dia sadari kakinya melangkah mendekati tempat tidur, perasaannya berkecamuk, macam-macam yang ada dalam hatinya. Kecantikan, tidak lengkapnya busana tidur yang menutup sang wanita membuat timbul hasrat kotor dalam dirinya.

Begitu besarnya hingga keluar keringat dinginnya, seakan jelas ia mendengar jantungnya berdetak kencang didadanya, serta tak dia sangka ia sudah duduk mematung disamping tempat tidur…Tidak, aku tidak boleh melakukan ini aku ingin bertaubat dan tidak mau menambah dosa yang ada, tidakk !!
Segera ia memutar badannya untuk pergi. Akan ia ketuk dan beri salam dari luar sebagaimana tadi. Ketika akan menuju pintu keluar ia melalui meja makan tadi, tiba-tiba terdengar bunyi dalam perutnya…ia lapar. Timbullah suara aneh tadi : “Bagus hei pemuda yang baik, bagaimana ringankah sekarang perasaanmu setelah melawan hawa nafsu birahimu?”
Eh-eh, ya. Alhamdulillah ada rasa bangga dalam hati ini dapat berbuat kebaikan dan niat perbuatan pemberitahuan ini akan sangat terpuji. Pikir sang pemuda. Suara itu berkata :”Maka sudah sepatutnya engkau memperoleh ganjaran dari sang pemilik rumah atas niat baikmu itu, ambillah sedikit makanan untuk mengganjal perutmu agar tidak timbul perasaan dan keinginan mencuri lagi!!”

Berpikirlah dia merenung sebentar, patutkah ia berbuat begitu? “Hei – tiba2x ia tersadar serta berucap dalam hati – engkau dari tadi yang berbicara dan memberi nasihat kepadaku? Tapi nasihatmu itu telah menjadikan aku menjadi tamu tidak diundang seperti ini, tidak.. aku tidak akan mendengarkan nasihatmu. Bila engkau Tuhan, tidak akan memberi nasihat seperti ini. Pasti engkau Syaithon….(hening).
Celaka aku, bila ada orang yang di luar dan melihat perbuatanku …. aku harus keluar.” Maka tergesa-gesa ia keluar rumah wanita tersebut, ketika tiba dihadapan pintu ia mengetuk keras dan mengucap salam yang terdengar serak menakutkan.
Semakin khawatir ia akan suaranya yang berubah, setelah itu tanpa memastikan pemiliknya mendengar atau tidak ia kembali menuju masjid dengan perasaan galau namun lega, karena tidak ada orang yang memergoki dia melakukan apa yang disarankan suara aneh tadi.

Sesampai dimasjid, ia melihat Nabi saw sedang berdiri sholat. Di sudut ruang ada seorang yang membaca al qur-aan dengan khusyu’ sambil meneteskan air mata, di sudut-sudut terdapat para shahabat dan kaum shuffah tidur. Dingin sekali malam ini, lapar sekali perut ini teringat lagi ia akan pengalaman yang baru dia alami, bersyukur ia atas pertolongan Allah yang menguatkan hatinya.
Tapi … tidak di dengar bisikan Allah di hatinya, apakah Allah marah kepadaku? Lalu ia menghampiri sudut ruang masjid duduk dekat pintu, dekat orang yang membaca al qur-aan. Ditengah melamunnya ia mendengar sayup namun jelas bait-bait ayat suci ……
Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong:”Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari pada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja Mereka menjawab:”Seandainya Allah memberi petunuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”. (QS. 14:21)
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. 14:22)
Bergetarlah hatinya mendengar perkataan Allah yang di dengarnya, berkatalah ia “Engkau berbicara kepadakukah, ya Allah?” Serasa lapang hatinya, semakin asyik dia mendengarkan bacaan suci itu, maka lupalah ia akan laparnya, segar rasanya badannya.
Cukup lama ia mendengarkan bacaan orang itu hingga tiba-tiba tersentak ia karena bacaan itu dihentikan berganti dengan ucapan menjawab salam. Terlihat olehnya pula bahwa pria itu menjawab salam seseorang wanita dan seorang tua yang masuk langsung menuju tempat Nabi Muhammad SAW sedang duduk berdzikir, dan wajah wanita itu … adalah wajah wanita tadi !!!??? Timbul gelisah hatinya, apakah tadi ketika ia berada di ruangan itu sang wanita pura-pura tidur dan melihat wajahnya? Ataukah ada orang yang diam-diam melihatnya, mungkin laki-laki tua yang bersamanya adalah orang yang diam-diam memergokinya ketika ia keluar dan mengetuk pintu rumah itu? Ahh … celaka, celaka.
Namun gemetar tubuhnya, tidak mampu ia menggerakkan anggota tubuhnya untuk bersembunyi atau pergi apalagi tampak olehnya pria yang tadi membaca al Qur-aan hendak tidur dan tak lama pun mendengkur. Dan ia lihat mereka sudah berbicara dengan Nabi saw…. celaka, pikirnya panik !!
Hampir celentang jatuh ia ketika terdengar suara Nabi Muhammad SAW. : “Hai Fulan, kemarilah !” Dengan perlahan dan perasaan takut ia mendekat. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya.
Ia mendengar sang perempuan masih berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. katanya : “…benar ya Rosulullah, saya sangat takut pada saat itu saya bermimpi rumah saya kemasukan orang yang hendak mencuri, dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya, ketika saya berontak … ternyata itu hanya mimpi. Namun ketika saya melihat sekelilingnya ternyata pintu rumah saya terbuka sebagaimana mimpi saya dan ada suara menyeramkan yang membuat saya takut. Maka segera saya menuju rumah paman saya untuk meminta dicarikan suami buat saya, agar kejadian yang di mimpi saya tidak terjadi bila saya ada suami yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya menemui engkau disini agar memilihkan calon suami untuk saya”.
Nabi saw memandang kepada si pemuda bekas pencuri, lalu berkata : “Hai Fulan, karena tidak ada pria yang bangun kecuali engkau saat ini maka aku tawarkan padamu, maukah engkau menjadi suaminya?” Terkejut ia mendengar itu, cepat mengangguklah ia.
Dan setelah sholat shubuh Nabi saw mengumumkan hal ini dan meminta para shahabat mengumpulkan dana untuk mengadakan pernikahan dan pembayaran mas kawin si pemuda ini.

Setelah pernikahannya, tahulah ia akan arti perkataan Nabi Muhammad yang lalu :
“Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal”.
Sekarang ia dapat memakan makanan yang tadi dengan halal (dahulunya haram), dan ia dapat menikmati wanita itu sebagai isterinya dengan halal. Allahu Akbar, wal Hamdu Lillah.